Tidak Ada Tempat untuk Kembali Pulang

Kategori:

Tidak Ada Tempat untuk Kembali Pulang

Penulis: Ade M

Tidak Ada Tempat untuk Kembali Pulang adalah kumpulan cerita pendek yang menghadirkan potret manusia-manusia yang tersingkir dari rumahnya sendiri—oleh sejarah, kekuasaan, kemiskinan, kekerasan moral, dan pengkhianatan yang paling dekat.

Dalam cerita-cerita ini, “pulang” bukan sekadar kembali ke tanah kelahiran, melainkan pencarian akan pengakuan, martabat, dan tempat berpijak sebagai manusia. Cerita-cerita dalam buku ini bergerak dari desa-desa miskin, hutan, ruang domestik, hingga pengasingan lintas negara. Kita bertemu penyair tua eksil yang merindukan tanah air tetapi ditolak oleh sejarahnya sendiri; perempuan-perempuan yang tubuh dan hidupnya menjadi medan kekerasan ekonomi dan moral; anak-anak dan orang-orang kecil yang dijauhkan dari kasih sayang, dihakimi oleh masyarakatnya, lalu dipaksa menanggung dosa yang bukan mereka ciptakan.

Dengan bahasa yang getir, lugas, dan kerap brutal, pengarang menelanjangi kemunafikan sosial, kekerasan struktural, dan ironi religius yang hidup subur di tengah masyarakat. Tokoh-tokohnya bukan pahlawan, melainkan manusia rapuh yang berjuang bertahan di tengah sistem yang tidak memberi mereka ruang untuk pulang—baik secara fisik maupun batin.

Tidak Ada Tempat untuk Kembali Pulang adalah kesaksian sastra tentang penderitaan manusia yang berulang dari generasi ke generasi, sekaligus gugatan terhadap dunia yang kerap menutup telinga dari jeritan mereka yang kalah. Buku ini menegaskan bahwa bagi sebagian orang, rumah bukanlah tempat yang menunggu, melainkan kenangan yang tak pernah bisa dimasuki kembali.

Penerbit Baca Ada di Marketplace

Penerbit Baca

Tentang Kami

Kami menerbitkan buku-buku yang mencerahkan dan memperkaya. Kami berupaya mengawal peradaban literasi dengan menyebarkan cahaya ilmu melalui penerbitan buku-buku bermutu.

Dari kegelapan menuju cahaya. Mengusir kebodohan dengan api pengetahuan.

Postingan

Nasib Buku di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Dilihat dari luar, tumpukan buku menutupi jendela sebuah rumah di Kiev, Ukraina. Pemandangan itu dipotret oleh Lev Shevchenko, kemudian tersebar di dunia maya, termasuk di situs web The Guardian (10/3/2022). Bukan untuk dibaca, buku-buku itu ditempatkan sedemikian rupa sebagai barikade. Saat damai, buku adalah jendela dunia. Ketika perang berkecamuk, buku jadi penghalang di jendela rumah.

Baca selanjutnya »

Cara Beli

Bagaimana cara membeli buku di penerbitbaca.com?

Konfirmasi Pembayaran

Sudah mentransfer pembayaran?

Mari tetap terhubung

Copyright © 2023 Penerbit Baca