Sale!

Why Weren’t We Taught This at School

Harga aslinya adalah: Rp105.000.Harga saat ini adalah: Rp94.500.

Stok 945

Pesan Lewat WhatsApp

Judul : Why Weren’t We Taught This at School
Genre : Nonfiksi
Penulis : Alice Sheldon
ISBN       : 978-623-8371-72-3
Dimensi   : 13 cm X 20.5 cm
Halaman  : 296 halaman
Harga : Rp 105.000

 

GAMBARAN UMUM

Sekolah sibuk mengajarkan kita menghafal perkalian, tata bahasa, dan rumus sains, tapi jarang membekali kita dengan keterampilan untuk mengambil keputusan sulit, mengelola emosi, atau menjalin relasi sosial yang sehat. Buku ini hadir untuk menutup kesenjangan itu. 

Buku karya Alice Sheldon ini terbagi atas 4 bagian dengan 9 bab. Setiap bagian dilengkapi dengan Kotak Jeda—ruang refleksi singkat yang membuat pembaca bisa berhenti sejenak, merenung, lalu langsung mengaitkan isi buku dengan pengalaman sehari-hari. 

Alice Sheldon memperkenalkan dan memopulerkan konsep Needs understanding. Sebuah konsep dan pendekatan komunikasi yang sangat kuat serta berfokus pada memahami kebutuhan mendasar di balik perilaku, emosi, dan konflik manusia. Kunci utama dalam Needs Understanding adalah menggali kebutuhan yang belum terpenuhi sehingga memungkinkan solusi atau hubungan yang lebih harmonis.

Alice Sheldon memulai dari dua prinsip dasar:

  1. Perilaku manusia selalu merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan.
  2. Dunia bekerja lebih baik ketika strategi yang kita pilih menghargai kebutuhan semua orang.

Alice Sheldon mengajarkan empat keterampilan inti dalam memahami kebutuhan (Needs Understanding):

  • Mendengarkan dengan Empati: belajar mengenali cara mendengarkan yang menghalangi koneksi (how not to listen) sekaligus cara mendengarkan yang penuh empati (how to listen).
  • Memahami Diri Sendiri dengan Belas Kasih: memahami diri melalui konsep “kebutuhan sidik jari” (fingerprint needs), yakni pola kebutuhan unik tiap orang.
  • Berbicara agar Didengar: berbicara dengan cara yang membuat pesan lebih mungkin diterima.
  • Bertindak dengan Memedulikan Kebutuhan Semua Orang: mencari solusi yang menghargai kebutuhan (walk around the mountain) semua orang.

Buku ini dilengkapi dengan alat bantu praktis yang bisa digunakan sembari kita membaca dan berefleksi. Misalnya: 

  1. Daftar Kebutuhan: kosakata kebutuhan dasar manusia.
  2. Daftar Perasaan: kosakata emosi yang membantu validasi diri maupun orang lain.
  3. Daftar Perasaan Palsu: kosakata perasaan “palsu” yang sebenarnya sinyal kebutuhan tak terpenuhi (misalnya diabaikan, ditolak, tidak dicintai).
  4. Daftar Sensasi Fisik: kosakata reaksi tubuh seperti sesak dada, jantung berdebar, atau wajah memanas, yang bisa menjadi akses untuk memahami emosi.

 

SINOPSIS

 

Pernahkah Anda merasa sudah berusaha menjelaskan diri sebaik mungkin, tetapi tetap tidak dipahami? Adakah momen Anda terjebak dalam konflik yang terus berulang—di rumah, di tempat kerja, bahkan di dalam diri sendiri—tanpa tahu cara memutuskannya?

Sejak kecil kita diajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Namun, hampir tidak ada yang mengajarkan bagaimana memahami perasaan kita sendiri, mendengarkan orang lain dengan sungguh-sungguh, menyampaikan kebutuhan tanpa memicu pertengkaran, atau menemukan solusi yang membuat semua pihak merasa dihargai.

Alice Sheldon adalah lulusan Universitas Oxford dengan gelar MA Psikologi dan Neurofisiologi. Dikenal sebagai pencetus konsep Needs Understanding. Alice memperkenalkan sebuah rahasia sederhana yang mampu mengubah cara kita memandang kehidupan: Di balik setiap tindakan manusia terdapat kebutuhan yang sedang berusaha dipenuhi. 

Dengan langkah-langkah yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, buku yang hangat dan praktis ini menawarkan keterampilan untuk memperkuat hubungan, meredakan konflik, dan membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih tenang dan bijaksana.

Why Weren’t We Taught This at School? adalah buku yang akan membuat Anda melihat bahwa perubahan besar sering kali berawal dari pemahaman yang sederhana. Buku ini merupakan panduan yang mengajarkan keterampilan hidup yang seharusnya dimiliki setiap orang—agar kita dapat membangun hubungan yang lebih sehat, menjalani hidup dengan lebih bermakna, dan menciptakan dunia yang sedikit lebih penuh pengertian.

Informasi Tambahan

Berat260 gram

Anda mungkin juga suka…

Penerbit Baca Ada di Marketplace

Penerbit Baca

Tentang Kami

Kami menerbitkan buku-buku yang mencerahkan dan memperkaya. Kami berupaya mengawal peradaban literasi dengan menyebarkan cahaya ilmu melalui penerbitan buku-buku bermutu.

Dari kegelapan menuju cahaya. Mengusir kebodohan dengan api pengetahuan.

Postingan

Nasib Buku di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Dilihat dari luar, tumpukan buku menutupi jendela sebuah rumah di Kiev, Ukraina. Pemandangan itu dipotret oleh Lev Shevchenko, kemudian tersebar di dunia maya, termasuk di situs web The Guardian (10/3/2022). Bukan untuk dibaca, buku-buku itu ditempatkan sedemikian rupa sebagai barikade. Saat damai, buku adalah jendela dunia. Ketika perang berkecamuk, buku jadi penghalang di jendela rumah.

Baca selanjutnya »

Cara Beli

Bagaimana cara membeli buku di penerbitbaca.com?

Konfirmasi Pembayaran

Sudah mentransfer pembayaran?

Mari tetap terhubung

Copyright © 2023 Penerbit Baca