One Hundred Flowers
Penulis: Genki Kawamura
Penerjemah: Clara Canceriana
Bahkan untuk nama yang mungkin sudah ratusan,
atau ribuan kali meluncur dari bibir sang Ibu,
satu kata itu pun mulai menghilang dari ingatannya.
Izumi, seorang pekerja perusahaan rekaman sedang menyiapkan kelahiran buah hati pertamanya bersama sang istri, Kaori. Di tengah masa persiapan itu, Izumi mendapati rumah masa kecilnya kacau. Kulkas terbengkalai, makanan-makanan lewat masa kedaluwarsa, roti tercecer tidak dipedulikan. Beberapa kali Yuriko menghilang di tengah hujan. Dan kemudian diketahui Yuriko menderita demensia.
Izumi dan Yuriko membuka lembaran-lembaran masa lalu, baik yang manis maupun pahit, termasuk kenangan buruk setahun Izumi ditinggalkan Yuriko. Yuriko yang sangat menyukai setangkai bunga di vas, festival kembang api, memasak untuk Izumi, dan mengajar piano. Seperti jejak kembang api selepas meledak, bentuknya lenyap tetapi keceriaan menyaksikannya akan tetap abadi. Izumi dan Yuriko mencoba mengabadikan ingatan, seperti wangi yang terus menguar laiknya dari seribu bunga.
Bila suatu saat ingatan itu betul-betul lenyap, dengan cara apa kenangan orang terkasih bisa diabadikan?





