Rekognisi HAM: Rekonsiliasi Palestina-Israel Berbasis Al-Qur’an

Rekognisi HAM: Rekonsiliasi Palestina-Israel Berbasis Al-Qur’an

Penulis: Suranta

 

SINOPSIS

Melalui perpaduan teori rekognisi, keadilan sosial, dan konflik dengan prinsip-prinsip Qur’ani, Suranta menawarkan jalan menuju perdamaian melalui keadilan, dialog, pengakuan hak, dan penghormatan terhadap keberagaman. Secara spesifik, strategi rekognisi HAM berbasis Al-Qur’an ditawarkan sebagai pendekatan alternatif untuk mendukung rekonsiliasi Palestina-Israel. Pendekatan ini bertumpu pada prinsip karāmah insāniyyah, ta‘āruf, hak hidup, kebebasan beragama, keadilan, hak kepemilikan, perlindungan kelompok rentan, serta hak atas perdamaian dan keamanan.

Lebih jauh, buku ini menjelaskan bahwa konflik Palestina-Israel bukan hanya persoalan kekerasan langsung, melainkan juga berkaitan dengan ketimpangan struktural dan kegagalan pengakuan (misrecognition) terhadap identitas, martabat, dan hak-hak dasar. Karena itu, rekonsiliasi Qur’ani diarahkan pada transformasi dari konfrontasi menuju pengakuan, keadilan, dan perdamaian.

Pada akhirnya, pengakuan atas hak hidup, keamanan, kedaulatan, dan hak menentukan nasib sendiri kedua pihak menjadi dasar untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan dan bermartabat.

Suranta lahir, besar, dan berdikari d(ar)i Bekasi. Meski menulis baru dia lakoni pada usia 50, karier kepenulis­annya terus berakselerasi. Saat ini, dia bahkan mulai menyasar genre lain, seperti sejarah dan kebudayaan Arab. Selain menulis, Suranta mengajar kelas kaligrafi dan aktif menye­lenggarakan festival seni kaligrafi.

Penerbit Baca Ada di Marketplace

Penerbit Baca

Tentang Kami

Kami menerbitkan buku-buku yang mencerahkan dan memperkaya. Kami berupaya mengawal peradaban literasi dengan menyebarkan cahaya ilmu melalui penerbitan buku-buku bermutu.

Dari kegelapan menuju cahaya. Mengusir kebodohan dengan api pengetahuan.

Postingan

Nasib Buku di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Dilihat dari luar, tumpukan buku menutupi jendela sebuah rumah di Kiev, Ukraina. Pemandangan itu dipotret oleh Lev Shevchenko, kemudian tersebar di dunia maya, termasuk di situs web The Guardian (10/3/2022). Bukan untuk dibaca, buku-buku itu ditempatkan sedemikian rupa sebagai barikade. Saat damai, buku adalah jendela dunia. Ketika perang berkecamuk, buku jadi penghalang di jendela rumah.

Baca selanjutnya »

Cara Beli

Bagaimana cara membeli buku di penerbitbaca.com?

Konfirmasi Pembayaran

Sudah mentransfer pembayaran?

Mari tetap terhubung

Copyright © 2023 Penerbit Baca