Judul : Seribu Bintang Menyinari Matahari
Genre : Fiksi, sejarah politik
Penulis : Yudhi Herwibowo
ISBN : 978-623-8371-70-9
Dimensi : 13 x 20.5 cm
Halaman : 304 halaman
Harga : Rp 111.000
SINOPSIS (BLURB)
Aku Gayatri.
Sang pementas, yang berumah di panggung.
Sang bintang, yang bersinar dalam gemerlap.
Dan akan redup lalu mati di atas panggung!
Di tengah penjajahan Jepang, Gayatri seorang pementas berbakat memiliki keinginan kuat untuk hidup dan mati di atas panggung. Bersama Kelompok Sandiwara Matahari, ia meraih ketenaran, cinta, dan persahabatan—hingga dunia seni mulai dikuasai ancaman, propaganda, dan ketakutan. Saat Aria Sabda, sang penulis, memilih untuk melawan, kehidupan mereka perlahan berubah. Persahabatan mulai retak, cinta diuji, dan harga diri dipertaruhkan di tengah keadaan yang makin rumit.
Sementara itu, Sadira melangkah menuju sorotan yang selama ini diimpikan, dengan harga yang tak pernah sederhana. Di balik gemerlap panggung, Seribu Bintang Menyinari Matahari adalah kisah tentang ambisi, pengorbanan, dan manusia-manusia yang tetap mencoba bersinar ketika cahaya perlahan dipadamkan.
TENTANG PENULIS
Yudhi Herwibowo menulis cerpen dan novel. Beberapa buku yang sudah ditulisnya, di antaranya: Lama Fa (Sheila, 2008), Menuju Rumah CintaMu (Bentang, 2008), Pandaya Sriwijaya (Bentang, 2009), Perjalanan Menuju Cahaya (Sheila, 2009), Mata Air Air Mata Kumari (bukuKatta, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Spring of Kumari Tears, 2011), (Un)affair (bukuKatta, 2012), Untung Surapati (Tiga Serangkai, 2011), Miracle Journey (Elex Media Komputindo, 2013), Enigma (Grasindo, 2013), Halaman Terakhir, novel tentang Jenderal Polisi Hoegeng (Nourabooks, 2015), Cameo Revenge (Grasindo, 2015), Laki-laki Bersayap Patah, kumpulan naskah drama (bukuKatta, 2017), Sang Penggesek Biola, roman tentang Wage Rudolf Supratman (Imania, 2018), Empat Aku (Marjin Kiri, 2019), dan Terkutuk (Elex Media Komputindo, 2020), Cara Terbaik Menulis Kitab Suci (Banana Publishing, 2021), Umbira dan Keajaiban-keajaiban di Kotak Ajaibnya (bukuKatta, 2022, memenangi Penghargaan Prasidatama Balai bahasa Jawa Tengah), Tunas Ibu (Indonesia Tera, 2022), Sumur Anjing Gila (Elex Media Komoputindo), Toko Buku Abadi (Penerbit Baca), dan memoar perjalanannya Saya, KRI Dewaruci & Jalur Sutra (bukuKatta).
Kini, ia menetap di Solo, mengurus percetakan dan penerbitannya bukuKatta. Aktif menulis di blognya yudhiherwibowo.wordpress.com dan bisa dihubungi melalui facebook Yudhi Herwibowo, dan instagram @yudhiherwibowo.








